Kamis, 25 Agustus 2016

Makna Lagu Lembayung Bali



Hallo, readers.....
Kali ini aku akan membahas tentang lagu lama yang berjudul Lembayung Bali. Bagiku Lagu yang di rilis pada tahun 2002 ini bener-bener seperti cermin buat hidupku. Lagu ini ngena banget dan setiap aku ngedengerin ini lagu apalagi pas sendirian di kamar, aku akan langsung kebayang wajah teman-temanku dan semua kenangan tentang mereka.
Bagiku lagu ini seperti kisah hidup yang pasti dijalani setiap manusia. Bagiku lagu ini adalah alunan nada-nada yang dinyanyikan oleh seseorang yang sedang mengenang setiap keping memori dalam hidupnya. Lagu ini menceritakan tentang sebuah persahabatan, bahkan mungkin berbagai jenis persahabatan.
"Bilakah diriku berucap maaf, masa yang tlah ku ingkari dan meninggalkanmu”
Lirik yang satu ini adalah salah satu lirik yang menurutku menceritakan tentang seseorang yang menyesali kesalahannya pada sahabatnya. Kita sebagai seorang manusia tentu tidak pernah luput dari kesalahan ada masanya tanpa sengaja kita ditinggalkan dan tanpa sengaja kita juga meninggalakan. Lagu, ini mengingatkan kita agar kita terus menjaga hubungan baik kita dengan sahabat kuita sebelum kita meninggalkannya.
Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu Huo Oo jingga”
Lirik yang satu ini ngingetin aku pas momen pengumuman hasil UN ku waktu SMP. Aku termasuk dalam angkatan pertama yang menggunakan kertas UN yang LJK nya harus di sobek sendiri dari lembar soal. Waktu itu aku sama temen-temenku bener-bener nangis soalnya selain soalnya yang susah beban sebagai angkatan pertama yang mengalami UN sejenis ini membuat kami sangat khawatir. Dan aku mungkin adalah salah satu yang merasa paling khawatir. Kenapa? Karena LJK ku terkena tanganku yang basah dan kertasnyapun akhirnya mengelupas sampai hampir berlubang.
Begitu menyadarinya waktu yang tersisa ternyata tinggal 15 menit maka akau pun tidak punya pilihan selain membiarkan kertasku tetap begitu dan berharap pada keberuntungan. Sebuah keberuntungan yang akan membawaaku antara kelulusan dan sebuah rasa malu yang tak tertanggungkan. Jadi aku bener-bener nangis waktu denger dari kepsek bahwa semua siswa dari sekolah kami lulus.
Bagiku lagu ini adalah sebuah kenangan dalam hidupku sendiri. Semua keadaan yang hadir dan pergi dalam hidupku. Juga tentang sebuah semangat untuk menggapai mimpi-mimpi kita. Lagu ini begitu hidup dalam hidup itu sendiri. Lagu yang menyusupkan kenangan-kenangan yang entah manis atau pahit tapi serasa pantas untuk kita simpan.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Jurusan Fisika Unesa





Jurusan Fisika di Unesa yang tergabung dalam Fakultas Matematika dan IPA merupakan salah satu jurusan yang sudah ada sejak diresmikannya Unesa pada 19 Desember 1964. Jurusan ini memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi:
Mengembangkan wawasan dan membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran fisika yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

 Misi:
1.     Mengembangkan wawasan guru tentang fisika dan pembelajarannya
2.     Membantu guru dalam mengembangkan kurikulum dan materi pembelajaran fisika 
3.     Membantu guru dalam memilih pendekatan, model, strategi, dan metode pembelajaran fisika,
4.     Membantu guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran fisika
5.     Membantu guru dalam mengembangkan media pembelajaran fisika
6.     Membantu guru dalam mempersiapkan evaluasi pembelajaran fisika
7.     Membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran fisika inovatif
Bertempat di kampus Ketintang, jurusan ini terbagi menjadi dua program studi yaitu program studi fisika murni dan progam studi pendidikan fisika. Berikut adalah visi misi program studi pendididkan fisika:
Visi:
Menjadi Program Studi Pendidikan Fisika yang unggul yang mampu menghasilkan tenaga di bidang kependidikan fisika yang profesional, kompetitif, komparatif, dan produktif, serta mampu bersaing di era globalisasi.

Misi:

1.      Mengembangkan pembelajaran fisika sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2.      Menyiapkan lulusan dibidang kependidikan yang memiliki kemampuan akademik dan/ atau profesional dengan memiliki keunggulan kompetitiif, komparatif, dan produktif melalui pengelolaan sumber daya yang profesional di tingkat nasional, regional, dan internasional.
3.      Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan ilmu untuk menghasilkan karya akademik yang unggul dalam bidang pendidikan fisika.
4.      Meningkatkan atmosfer akademik yang memungkinkan terciptanya kegairahan berkarya bagi segenap sivitas akademika.

                        http://nbaity19.blogspot.co.id/2014/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

Sejarah Unesa





Sejarah Unesa tidak dapat dipisahkan dari IKIP Surabaya yang dimulai sekitar tahun 1950. Berawal dari kursus B-I dan B-II bidang Ilmu Kimia dan Ilmu Pasti yang memanfaatkan sarana dan prasarana berupa ruang kelas dan laboratorium milik Belanda, Hoogere Burger Schol (HBS). Kursus-kursus tersebut diselenggarakan di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru setingkat SLTP dan SLTA. Kursus-kursus tersebut meliputi:
(a) B-I dan B-II Kimia,
(b) B-I dan BII Ilmu Pasti,
(c) B-I Bahasa Inggris,
(d) B-I Bahasa Jerman,
(e) B-I Teknik,
(f) B-I Pendidikan Jasmani,
(g) B-I Ekonomi,
(h) B-I Perniagaan,
(i) B-I Ilmu Pesawat.
Pada tahun 1957, kursus-kursus B-I dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) Kursus B-I Umum, yang meliputi Bahasa Inggris dan bahasa Jerman, dan (2) Kursus B-I Kejuruan, yang meliputi Kimia, Ilmu Pasti, Ekonomi, Perniagaan, Teknik, Pendidikan Jasmani, dan Ilmu Pesawat. Kursus-kursus tersebut berlangsung sampai tahun 1960.
Dari sejarah institusinya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berawal dari cikal bakal intergrasi kursus B-I dan B-II yang ada di Surabaya kemudian sebagai FKIP pada tahun 1960. Kemudian pada tahun 1961 FKIP diintegrasikan sebagai anak perguruan dari FKIP Universitas Airlangga Malang.
Pada tahun 1962 didirikan Akademi Pendidikan Guru (APG), kemudian menjadi Institut Pendidikan Guru (IPG). Dualisme muncul antara FKIP dan IPG. Untuk menghilangkan dualisme tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor 1/1963 tertanggal 3 Januari 1963 dilakukan integrasi IPG dengan FKIP menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). maka pada 20 Mei 1964 FKIP Universitas Airlangga Malang berubah nama menjadi IKIP Malang sementara FKIP Universitas Airlangga cabang Surabaya berubah nama menjadi IKIP Malang cabang Surabaya. Keadaan semacam ini berlangsung sampai tanggal 19 Desember 1964.
Kemudian, berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan nomor 182/1964 tertanggal 19 Desember 1964, secara resmi IKIP Surabaya sebagai lembaga independen dengan pimpinan presidium. Tanggal itu pula ditetapkan sebagai tanggal kelahiran IKIP Surabaya yang setiap tahun diperingati sebagai Dies Natalis IKIP Surabaya.[1] Pada hari yang sama diadakan seremoni IKIP di jalan Kayoon 72-74 Surabaya pukul 08.00 WIB. IKIP Surabaya bermula dengan lima fakultas, yaitu:
(1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
(2) Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS)
(3)Fakultas Keguruan Sastra Seni (FKSS)
(4) Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE)
(5) Fakultas Keguruan Ilmu Teknik (FKIT)
Pada 1 Maret 1977, Sekolah Tinggi Olahraga (STO) berintegrasi dengan IKIP Surabaya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. nomor 042/O/1977 tertanggal 22 Februari 1977 dan menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK), yang merupakan fakultas keenam yang dikelola oleh IKIP Surabaya, fakultas-fakultas terebut adalah:
(1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
(2) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS)
(3) Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FPMIPA)
(4) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS)
(5) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK)
(6) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK).
Kemudian berdasarkan Keppres RI No. 93 Tahun 1999, IKIP Surabaya berubah menjadi Universitas Negeri Surabaya. Sesuai hasil keputusan rapat senat pada tanggal 12 Oktober 1998, yang menyepakati bahwa nama IKIP Surabaya pasca-konversi adalah Universitas Negeri Surabaya (Inggris:State University of Surabaya) yang disingkat Unesa. Unesa merupakan lembaga yang mempunyai misi ganda yang tetap memiliki basis sebagai LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). Unesa tetap menyelenggarakan misi utama, yaitu menyelenggarakan program kependidikan dan program non kependidikan, sehingga Unesa tetap bertugas sebagai penghasil tenaga kependidikan untuk pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sesuai Keppres RI No. 93 Tahun 1999, berdasarkan perluasan mandat dan perubahan tersebut, Unesa tetap memiliki enam fakultas yang juga mengalami perubahan nama, yaitu:
(1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
(2) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
(3) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
(4) Fakultas Ilmu Sosial (FIS)
(5) Fakultas Teknik (FT)
(6) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).
Pada tahun 2006 atau tujuh tahun pasca konversi, Unesa membuka satu fakultas baru, yaitu Fakultas Ekonomi. Hal itu sesuai Surat yang dikeluarkan Dirjen Dikti Nomor 761/D/T/2006 tentang Pembukaan Fakultas Ekonomi Unesa tertanggal 16 Februari 2006, dan Surat Keputusan Rektor Unesa No. 050/J37/HK.01.23/PP.03.02/2006 tentang Pemisahan Jurusan Pendidikan Ekonomi dan Program Studinya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Pembukaan Fakultas Ekonomi tertanggal 16 Maret 2006. Sehingga saat ini Unesa memiliki tujuh fakultas.
Saat ini Unesa mengelola program studi kependidikan maupun non-kependidikan, dengan jenjang diploma (D2 dan D3), strata satu (S1), dan pascasarjana yang terdiri atas strata dua (S2) dan strata tiga (S3). Karena perjalanan Unesa tidak dapat dipisahkan dari IKIP Surabaya, maka hari kelahiran (dies natalis) Unesa tetap menggunakan dies natalis IKIP Surabaya.
Perkembangan Jurusan terjadi di FIP dan FIS. FIP sebelum tahun 2005 hanya mengelola dua jurusan, pada tahun 2006 dengan mengacu pada kebutuhan pasar kerja, maka FIP mengembangkan prodi Bimbingan Konseling menjadi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Sedang pada tahun 2008 dengan diberlakukannya Undang-Undang Sisdiknas yang mensyaratkan guru harus berkualifikasi S-1, maka FIP mengembangkan prodi D-2 PGSD menjadi Jurusan PGSD, yang sementara mengelola prodi S-1 PGSD, dan ke depan akan dikembangkan prodi-prodi yang lain sesuai dengan kebutuhan. Sehingga mulai tahun 2008, FIP mengelola 4 Jurusan.
Pada tahun 2009 Unesa mempunyai 7 Fakultas dan satu Program Pascasarjana yang mengelola 26 Jurusan, dan terdiri dari 66 Prodi. Sampai saat ini, Unesa belum pernah menutup Jurusan yang dimiliki. Dengan perkembangan jurusan seperti tersebut di atas, maka pertumbuhan jurusan di Unesa rata-rata hanya 3%. Namun pada masa mendatang prodi-prodi yang potensial akan dikembangkan menjadi jurusan, dan jurusan jadi fakultas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program Studi di Unesa yang telah terakreditasi BAN sebanyak 79%, dengan rincian yang memperoleh katagori A 19%, B 48%, dan C 32%, serta yang belum terakreditasi 35,71% yang artinya beberapa prodi baru dan prodi yang lain sedang dalam proses pengusulan akreditasi. Peningkatan status akreditasi perlu dilakukan dalam rangka mendapatkan akreditasi institusi yang bernilai A. Prodi-prodi yang belum terakreditasi sebagian besar merupakan prodi yang belum lama diresmikan. Sejak tahun 2010 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, empat program studinya telah melaksanakan program kelas internasional, sedangkan di Program Pascasarjana ada tiga prodi yang melaksanakan kelas internasional.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Negeri_Surabaya